Menginap ala bangsawan di Rumah Luwih Bali

LRM_EXPORT_57929431549021_20181210_121819928 (NXPowerLite)

Tak pernah bosan rasanya pergi berlibur ke Bali, setiap kali pergi ke Bali selalu ada hal baru yang ditawarkan dari pulau yang dijuluki dengan The Island of God ini. Mulai dari destinasi wisata baru, café & restoran yang hampir tiap bulan selalu ada yang baru dan yang tak ketinggalan adalah tempat penginapan mulai dari yang budget sampai yang mewah yang terus bermunculan di setiap sudut pulau ini.

Nah kebetulan awal bulan Desember kemarin gue pergi lagi ke Bali untuk merasakan pengalaman menginap di dua lokasi yang belum pernah gue kunjungi sebelumnya yaitu daerah Pantai Lebih Gianyar dan daerah Manggis di Karangasem Bali Timur.

LRM_EXPORT_78634447053514_20181210_180405353 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_87607245552424_20181210_203614578 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_78555232221802_20181210_180246138 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_78344131587337_20181210_175915037 (NXPowerLite)

Dan untuk hotel pertama yang gue datangin ini merupakan salah satu hotel yang terbilang masih cukup baru dan memiliki konsep yang cukup berbeda dari kebanyakan hotel yang pernah gue datangin sebelumnya di Bali. Hotel ini bernama Rumah Luwih. Hotel yang terletak di Jl. Prof Ida Bagus Mantra Km. 19,9, Lebih, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali ini mengusung konsep arsitektur bergaya kolonialisme Belanda yang dipadu dengan budaya Cina dan tentunya budaya Bali.

LRM_EXPORT_53248484723351_20181210_105548037 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_53412723460849_20181210_105832276 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_75364412933546_20181210_170934225 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_74895871868381_20181210_170145684 (NXPowerLite).jpeg

Menurut gue lokasi Rumah Luwih terbilang jauh dari pusat keramaian. Untuk menuju Rumah Luwih dari bandara kira-kira memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam. Meskipun cukup jauh dari pusat keramaian Bali, Rumah Luwih ini sangat dekat loh dengan Bali Safari and Marine Park, bisa dibilang hanya bersebrangan. Buat kamu yang pernah ke Bali Safari atau sering ikutan lomba lari Bali Marathon, nah letak start dan finish nya tepat berada di sekitar Rumah Luwih ini guysss!!!

Rumah Luwih terletak persis di tepi Pantai Lebih Gianyar, hotel ini sendiri didesain oleh arsitek ternama Indonesia, yaitu Hadiprana. Nah FYI aja ya guysss!!! Hadiprana ini merupakan owner dari hotel yang gue kunjungi sebelumnya yaitu The Chedi Club Tanah Gajah Ubud, masih inget kan? Itu loh yang ada balon udaranya hehehe .

Collage_Fotor2LRM_EXPORT_43088926050552_20181210_021142235 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_42914801824100_20181210_020848111 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_42820049856552_20181210_020713359 (NXPowerLite)

Pertama kali masuk ke area Rumah Luwih, gue merasa seperti masuk ke area rumah para bangsawan seperti yang ada di film Crazy Rich Asian gitu loh guyssss!!! Mulai dari pintu masuk gerbang sampai ke arah lobby kamu akan disuguhkan dengan banyaknya pohon rindang yang bikin suasana Rumah Luwih terasa adem dan relax.

LRM_EXPORT_34906248596526_20181209_235518952 (NXPowerLite).jpegLRM_EXPORT_147994749965574_20181211_161504033 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_147038867029526_20181211_155908150 (NXPowerLite)

Sesampainya di lobby, kamu akan disambut dengan hangat oleh para staff dan akan langsung diarahkan menuju ke ruang reception. Jujur yaa, pertama kali melangkahkan kaki masuk ke dalam Rumah Luwih gue bener-bener yakin kalau gue masuk ke rumah bangsawan bukan masuk ke hotel hahaha. Saat baru masuk lobby kamu akan langsung melihat tangga panjang meliuk ke lantai dua yang mengingatkan kita akan bangunan-bangunan bersejarah Belanda, dan tangga ini menjadi icon atau spot yang paling khas di Rumah Luwih selain wedding chapelnya yang berlatarkan pemandangan swimming pool dan laut itu guysss.

LRM_EXPORT_71057427788050_20181210_155748437 (NXPowerLite).jpegLRM_EXPORT_33877431833070_20181209_233809985 (NXPowerLite).jpegLRM_EXPORT_70174604828106_20181210_154305097 (NXPowerLite)Collage_Fotor.jpgLRM_EXPORT_133266835120108_20181211_120502091 (NXPowerLite)

This slideshow requires JavaScript.

LRM_EXPORT_132077540921882_20181211_114512797 (NXPowerLite)

Lobby Rumah Luwih sendiri terlihat cukup luas karena pemilihan warna putih yang membuat ruangan terlihat semakin luas dan juga dengan banyaknya saluran udara alami & kaca-kaca yang lebar membuat Rumah Luwih minim penggunaan AC dan hanya mengandalkan angin dari laut.

LRM_EXPORT_135112117604289_20181211_123547374 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_135592407925560_20181211_124347664 (NXPowerLite)Collage_Fotor1LRM_EXPORT_58157612804935_20181210_122208109 (NXPowerLite)

Setiap detail & sudut di Rumah Luwih benar-benar memberi suasana “tempo doeloe” yang kaya akan sentuhan antik dan klasik tempo dulu dengan banyak menggunakan perabotan dari material kayu, rotan, dan anyaman. Sesuai dengan namanya, Rumah Luwih berarti “Rumah yang luas” luwih sendiri dalam bahasa Sansekerta artinya luas, jadi di Rumah Luwih ini semua ruangannya terasa luas baik itu ukuran kamarnya, lobbynya, restorannya, halamannya, dan bagian lainnya.

LRM_EXPORT_82548131484369_20181210_191113275 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_83449488306030_20181210_192657305 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_82715174375711_20181210_191400318 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_134247067585907_20181211_122122324 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_143022788319207_20181211_144946140 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_143499236690212_20181211_145742588 (NXPowerLite)

Setelah selesai proses check-in, yuk cusss sekarang kita langsung liat kamarnya. Untuk ke kamar gue ini, kita akan melewati lorong yang sangat instagramable, banyak banget tamu Rumah Luwih yang foto-foto di lorong ini loh guysss! Hehehe.

LRM_EXPORT_74491497375709_20181210_165501310 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_129267861286238_20181211_105823117 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_57281782522100_20181210_120325227 (NXPowerLite).jpeg

Nah akhirnya sampe juga nih di kamarnya, untuk staycation kali ini gue stay di type kamar yang bernama Arnawakanta Junior Suite room. Kamar yang gue tempatin ini terbilang cukup luas, luasnya 50 m2, kamarnya tuh benar-benar dirancang secara unik. Guysss!!! Setiap kamar type ini dilengkapi dengan pemandangan laut, balkon pribadi, meja tulis, shower, dan bathtub dengan pemandangan laut, Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?? Kerenn banget yakann kamarnya, berasa banget deh gue tidur di kamarnya para bangsawan hahaha ..

LRM_EXPORT_30660267332265_20181209_223646863 (NXPowerLite)

This slideshow requires JavaScript.

LRM_EXPORT_62343601519862_20181210_133233297 (NXPowerLite)

Nah dari kamar yukk cuss gue ajak kalian keliling Rumah Luwih, nah dari pintu kamar gue terus belok kiri berjalan ke halaman belakang, kita akan disuguhkan langsung panorama hijaunya halaman belakang yang dilengkapi dengan danau yang cukup luas dan juga gak ketinggalan kolam renang dengan view birunya hamparan laut. Hwaaaa keren banget kan guyssss!!!

LRM_EXPORT_141559704399907_20181211_142523056 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_85364632053384_20181210_195852815 (NXPowerLite)20181219_000345-01 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_78720265938684_20181210_180531171 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_86294115240062_20181210_201421974 (NXPowerLite)20181211_233848 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_79068995881588_20181210_181119901 (NXPowerLite)20181211_233439 (NXPowerLite)

Salah satu spot favorite gue di Rumah Luwih apalagi kalau bukan poolnya, kalau udah di pool gue bisa lama banget loh guys, biasanya sih lama karena foto-fotonya hahaha. Selain pool Rumah luwih juga punya banyak fasilitas lainnya seperti gym, spa dan juga banyak banget aktifitas yang gratis yang bisa tamu lakukan untuk mengisi waktu selama menginap di Rumah Luwih, salah satunya aktifitas morning cycling yang kemarin gue coba.

Collage_FotorLRM_EXPORT_35805488608151_20181210_001018788 (NXPowerLite)

Kenapa gue pilih aktifitas ini? karena gue udah lama banget gak naik sepeda guysss, dan kayaknya seru banget kan naik sepeda keliling pemukiman warga gitu bareng teman-teman yakannn??? Nah gw jelasin sedikit ya rute morning cyclingnya, jadi pagi-pagi sekitar pukul 7 gitu kita akan start mulai cycling dan akan di pandu oleh salah satu staff dari Rumah Luwihnya guysss.

LRM_EXPORT_271272834132230_20181213_105809315 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_149491554953926_20181211_164228579 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_29441356627330_20181209_221627377 (NXPowerLite)

Morning Cycling ini akan memakan waktu kurang lebih satu jam, rutenya akan memasuki pemukiman warga dan yang serunya kita akan melewati pertengahan sawah dan rumah-rumah warga gitu, dan morning cycling ini akan berakhir dengan mengunjungi pantai Lebih dan setelah itu langsung nalik ke Rumah Luwih lagi deh hehehe.

LRM_EXPORT_77617727718164_20181210_174708633 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_28613385695155_20181209_220238789 (NXPowerLite)

Nah untuk urusan perut, Rumah Luwih hanya punya satu restoran khusus yang menyajikan menu masakan peranakan namanya Andrawina Restaurant. Buat yang belum tahu apa sih masakan peranakan itu?. Peranakan atau biasa disebut dengan Nyonya merupakan para imigran Tionghoa yang tinggal di Penang, Malaka, Singapura dan Indonesia dan menikah dengan warga Melayu. Jadi masakan peranakan adalah masakan yang dibuat oleh keturunan dari para imigran tersebut, gitu guysss!!! Untuk lebih detailnya bisa google sendiri ya hehehe ..

LRM_EXPORT_93932994071704_20181210_222224410 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_145140021695769_20181211_152503373 (NXPowerLite)DSCF3858-01 (NXPowerLite).jpegLRM_EXPORT_159225528980809_20181211_194052310 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_136800455042696_20181211_130355657 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_42747813089181_20181210_020601122 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_42698341483486_20181210_020511651 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_33328042148347_20181209_232901479 (NXPowerLite)

Sajian Peranakan yang disajikan di Andrawina Restaurant ini adalah menu masakan yang populer disajikan di Semenanjung Malaka, seperti Penang, Malaka, Singapura, dan beberapa wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Semenanjung Malaka.

DSCF3048-01 (NXPowerLite)DSCF3929-01 (NXPowerLite)Collage_FotorDSCF3849-01 (NXPowerLite)LRM_EXPORT_54663296112181_20181210_111923691 (NXPowerLite)

Nah buat yang penasaran dengan masakan Nyonya cuss langsung datengin Rumah Luwih yess, dan setiap hari minggu mulai pukul 11.30 sampai dengan pukul 03.30 mereka juga ada Peranakan Food Sunday Brunch loh, hanya dengan membayar IDR 179.000 ++/ orang kamu udah bisa nikmatin semua makanan peranakan food sepuasnya dan buat tamu luar udah termasuk akses untuk berenang loh guysss. Rekomendasi gue kamu harus banget cobain sate, mie lamian, dan laksa Singapore yang menjadi favorite di Rumah Luwih. Tuh kan gue jadi kangen kesana lagi huahahaha ..

LRM_EXPORT_85669592272739_20181210_200357451 (NXPowerLite)

Suara deburan ombak, tiupan angin pantai, makanan yang enak, staff yang ramah, dan suasana Rumah Luwih yang homey banget membuat gue betah banget selama menginap di hotel ini. Apa lagi disini gue bisa menyaksikan keindahan sunrise dan juga sunset langsung, jarang kan kamu bisa melihat dua fenomena itu didalam satu tempat yang sama hehehe ..

*Tips :
– pilih kamar type Arnawakanta untuk dapet view langsung ke laut
– sangat cocok menjadi tempat untuk wedding/ foto prawedding
– harus cobain Peranakan Food Sunday Brunch nya
– Rumah Luwih ini cocok banget buat honeymoon & liburan keluarga
– jangan lupa ikutan berbagai aktifitas gratis yang ditawarkan Rumah Luwih ( Yoga, Bali Dance, Morning Cycling )

Rumah Luwih
Address : Jl. Prof Ida Bagus Mantra Km. 19,9, Lebih, Kabupaten Gianyar, Bali

Phone : +62 361 2005899 Reservation +62 361 2005888

Email : info@rumahluwih.com

Website : http://www.rumahluwih.com

Instagram : @rumahluwih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s